Pattassi, Kuda Besi Dari Tanah Bugis

Namanya "Pattassi" atau seorang pengendara motor taksi (kuda besinya orang bugis). Motor Taksi sendiri merupakan motor rakitan oleh masyarakat bugis dan sekitarnya. Model kendaraan yang unik, kolaborasi model motor trail dengan motor bebek.
Pattassi atau seorang pengendara motor taksi
Pattassi dengan Kuda Besinya
Motor Pattassi didesain khusus dengan konstruksi rangka yang kokoh untuk menahan beban berat. Bagian tengah motor dibuatkan tempat untuk meletakkan barang bawaan. Tidak lupa bannya diganti dengan ban motor trail untuk menaklukkan medan berlumpur di areal pesawahan.

Biasanya pembuatan motor taksi dilakukan di bengkel-bengkel sederhana di daerah bugis. Cukup memiliki alat pemotong besi dan mesin las ditambah dengan ide kreatif dari sang modifikator sudah bisa menghasilkan motor keren nan unik ini.

Memang sih, banyak orang yang bilang kalau orang bugis itu lebih cerdas dari orang jepang. Buktinya motor jepang yang sudah lolos uji kelayakan dan segala macamnya masih dimodifikasi ulang oleh orang bugis, hehehehe.

Setelah motor taksi jadi, butuh skill khusus bagi pengendaranya untuk menelusuri pemataan sawah serta gundukan tanah berlumpur sambil membawa beban yang berat. Eksistensi Pattassi jelas memudahkan petani mengangkut hasil panen mereka sampai di rumah atau di pabrik dengan harga yang murah dan cepat.

Pattassi biasanya berkelompok dan menentukan harga sesuai sulit dan jauhnya medan yang akan ditempuh, tentu dengan kesepakatan kedua belah pihak sebelumnya. Ini merupakan kebutuhan dalam percepatan ekonomi dalam hal angkutan material pertanian di tanah Bugis saat panen raya atau pengangkut hasil panen lain seperti jagung dan lainnya.

Tidak hanya itu, biasanya pattassi juga merangkap fungsi sebagai pengangkut kayu balok yang medannya tidak kalah dengan medan berlumpur di sawah, banyangkan saja bila pattassi mengangkut kayu balok di hutan dari bukit ke lembah maupun sebaliknya.

Murah, cepat dan efektif sehingga fungsi tenaga ternak seperti sapi dan kuda tergantikan dengan hadirnya pattassi ini.

Selain mempermudah mobilisasi hasil pertanian di tanah bugis, pattassi juga memberikan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Sehingga, rata-rata petani dan juga anak muda di daratan bugis seperti Sidrap, Pinrang, Sengkang, Soppeng dan daerah bugis lainnya termasuk Enrekang memiliki kuda besi ini.

Pattassi benar-benar menjadi populer dan menjadi pilihan utama bagi para petani yang ingin mengangkut hasil taninya. Entah inovasi apalagi yang akan dikreasikan oleh masyarakat bugis yang dikenal lebih cerdas dari orang jepang ini. Kita tunggu saja.
Latest
Previous
Next Post »